Pecinta Allah

Kajian Rabu ketiga Ramadhan 1433 H di Pesantren / Dayah Nihayatul Muhtaj, Aceh Barat Daya
=======================

 

PECINTA ALLAH

Siapapaun dari kita yang berTuhankan Allah pasti ingin dicintai oleh Allah. dicintai oleh Allah merupakan hal yang sangat diharapkan oleh setiap hamba (manusia).

Untuk mendapapatkan cinta Allah baiknya kita merujuk pada Qauluhu Ta’ala

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ

“Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (Qs. Ali Imran [3]:31)

dan Qauluhu Ta’ala

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sehingga datanglah keyakinan -kematian- itu padamu.” (al-Hijr: 99)

Abu Hurairah RA meriwayatkan sebuah hadits qudsi:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ (صحيح البخاري ج: 5 ص: 2384)

Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Siapa yang memusuhi kekasihku atau waliku maka Aku menyatakan perang terhadapnya.” “Tidak seorang hamba pun mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling aku cintai, melainkan dengan apa yang telah aku wajibkan kepadanya. Hambaku tidak akan berhenti mendekatiKu dengan perbuatan-perbuatan sunnah hingga aku mencintainya. Ketika Aku telah mencintainya, maka
Aku yang akan menjadi telinganya yang digunakannya untuk mendengar,
Aku akan menjadi matanya yang digunakannya untuk melihat,
Aku akan menjadi tangannya yang digunakannya untuk memukul/memegang,
Aku akan menjadi kakinya yang digunakannya untuk berjalan.
Jika dia meminta kepadaKu, sunnguh aku akan mengabulkannya dan jika meminta perlindunganKu maka sungguh Aku akan melindunginya.” (HR Al Bukhari : 5, hlmn. 2384)

Difahami dari beberapa kajian, Kecintaan kepada Allah dapat digambarkan dalam dua konsep:
1. Kecintaan hamba dengan Tuhan dan Tuhan menjadi Sang Kinasih
2. Kecintaan Tuhan dengan para para hamba dan para hamba menjadi sang kekasih

Jadi apabila kita mendengar perkataan “Waliyullah atau Auliyaa’ Allah” itu artinya adalah orang yang dekat kepada Allah dan orang yang dekat kepada Allah adalah orang yang :
1. Sempurna dalam melaksanakan tanggungjawab yang diperintahkan.
2. Sentiasa berbicara tentang kebenaran.

Imam Nawawi pernah mengartikan ‘Wali Allah’ dengan orang beriman (mukmin) yang :
1. Tekun beribadat lagi tabah dalam mentaati Allah.
2. Melaksanakan suruhanNya dan menjauhkan dirinya daripada maksiat.
3. Tidak terlalu mementingkan kesedapan duniawi.

Para Waliyullah (kekasih Allah) juga bisa dikatakan mereka yang :
1. Setiap kata-kata yang keluar darinya, adalah embun kedamaian bagi pencerahan jiwa.
2. Setiap lantunan ayat-ayat Suci yang keluar dari hatinya, adalah keindahan dan keagungan Ruh Ilahi itu sendiri.
3. Setiap nasehat yang dituturkannya, adalah jalan menuju cahaya keagungan-Nya.
4. Tak ada dendam yang mengiringinya,
5. Tak ada iri hati yang mengikuti,
6. Tak ada kebencian yang mempengaruhi. Sebab, apa pun yang diucapkannya adalah manifestasi dari Kitab Suci dan refleksi dari kemuliaan akhlak seorang Nabi Agung Muhammad Saw

Pertanyaan kita saaat ini adalah akankah kita mau menjadikan diri sebagai waliyullah agar semua tindak tanduk kita selalu dalam control Allah ..?

Ramadhan adalah tempat dan waktu menjadikan diri sebagai wali (kekasih) Allah.
=========

Nawawi Hakimis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s