Qurban dan hubungan dalam kehidupan kita (Idul Adha 2012)

Draft Khutbah ‘Aidil Adha 1433 H di Mesjid Jamik Cot Bak-U, Kec. L. Sabil, Abdya oleh Tgk. Nawawi Hakimis (Pimpinan Pesantren Nihayatul Muhtaj, Abdya)

 

Kaifiyat Shalat ‘Id

Raka’at Pertama

  • Takbiratul ihram disertai dengan niat shalat ‘id,
  • Do’a iftitah
  • Takbir pada raka’at pertama7 (tujuh) kali selain takbiratul ihram
  • Ta’awwuz
  • Fatihah
  • Baca surat dengan jihar

Raka’at Kedua

  • Takbir pada raka’at kedua 5 (lima) kali selain takbir qiyam
  • Ta’awwuz,
  • Fatihah
  • Baca surat dengan jihar

Draft Khutbah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اللهُ أَكْبَرُ ( 3 كالي ) اللهُ أَكْبَرُ ( 3  كالي ) اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا و الحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلا.

الحَمْدُ ِللهِ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ .

 أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ   ,

اللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .أَمَّا بَعْدُ..

فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اتَّقُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يُحِبُّ المُتَّقِيْنَ

قال الله تعالى في القرآن الكريم   بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّآ أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ {1} فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ {2} إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَرُ {3}

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الُمْسِلِمْينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ فَيَا فَوْزَ المُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah Kedua

الله اكبر                       7 كالى – الله اكبر كبـيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا  –  لا اله الا الله  والله اكبر- الله اكبر ولله الحمد

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله  من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهدى الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له،

أشهد أن لا إله   إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه، وعلى آله وصحبه وسلم

اللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اتَّقُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يُحِبُّ المُتَّقِيْنَ

قال الله تعالى في القرآن الكريم   بسم الله الرحمن الرحيم

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأُوْلِي اْلأَلْبَابِ مَاكَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

  • اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِيْ الحَاجَاتِ  وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ ,
  • اللّهُمَّ لا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لايَخَافُكَ  وَلا يَرْحَمُنَا, اللّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا المُسْلِمِيْنَ فِى عِرَاق وَفِى فَلَسْطِين وَفِى كَشْمِيْر وَفِى الهِنْد وفى أفغانستانِ وَفِى شِيْشَان وَفِى جَنُوْبِ بِلِيِبين وَفِى إينْدُوْنِيْسِيَا وَفِى تَايْلَنْدِ وَفِى بَلَدِنَا ماليزيا
  • اللّهُمَّ انْصُرِ المُجَاهِدِيْنَ الَّذِيْنَ يُجَاهِدُوْنَ فِي سَبِيْلِكَ فِي كُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانٍ.
  • اللّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَكَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ دِيْنَكَ , اللّهُمَّ أَعِزَّ الإسْلامَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِّلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُؤْمِنِيْنَ
  •  اللَّهُمَّ إِنِّا نعُوذُبِكَ مِنْ البَرَصِ، وَالجُنُونِ، وَالجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّءِ الأَسْقَامِ تَحَصَّنَّا بِذِى الْعزَّةِ وَالْجَبَرُوْتِ وَاعَتَصَمْنَا بِرَبِّ الْمَلَكُوْتِ وَتَوَكَّلْنَا عَلَى الْحَيِّ الَّذِى لاَ يَمُوْتُ اللّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا هَذا الْوَبَاءَ وَقِنَا شَرَّ الرَّدَى وَنَجِّنَا مِنَ الطَّعْنِ والطَّاعُوْنِ وَالْبَلاَءِ بِلُطْفِكَ يَا لَطِيفُ يَا خَبِيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
  • رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سبُحْاَنَكَ اللّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

بارك الله لي ولكم  في القران الكريم  . ونفعني و إياكم بالآيات والذكر الحكيم.  إنه جوّدٌ كريمٌ ملكٌ برٌّ  رؤف الرحيم. – واذكروا الله العظيم الجليل يذكر كم.  واشكروه  على نعمه يزدكم. ولذكر الله اكبر. والله يعلم ما تصنعون

تقبل الله منا ومنكم من العائدين والفائـزين.

QURBAN DAN HUBUNGANNYA DALAM KEHIDUPAN KITA

 

الله اكبر   الله اكبر  و لله  الحمد

Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jama’ah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Pada hari yang mulia ini, 10 Dzulhijah 1434 H seluruh umat Islam di seantero dunia memperingati hari raya Idul Adha atau hari raya qurban. Kemarin, tanggal 9 Dzulhijah tahun ini, jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji wuquf di padang ’Arafah, berkumpul di ’Arafah dengan memakai ihram putih sebagai lambang kesetaraan derajat manusia di sisi Allah, tidak ada keistimewaan  antar satu bangsa dengan bangsa yang lainnya kecuali nilai ketaqwaannya kepada Allah.

Peringatan hari raya ini tak bisa dilepaskan dari peristiwa bersejarah ribuan tahun silam ketika Nabi Ibrahim as, dengan penuh ketaqwaan, memenuhi perintah Allah untuk menyembelih anak yang dicintai dan disayanginya, Nabi Ismail as.  Atas kekuasaan Allah, secara tiba-tiba yang justru disembelih oleh Nabi Ibrahim as telah berganti menjadi seekor kibas (sejenis domba). Peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol bagi umat Islam sebagai wujud ketaqwaan seorang manusia mentaati perintah Allah swt. Ketaqwaan Nabi Ibrahim kepada Allah swt diwujudkan dengan sikap dan pengorbanan secara totalitas, menyerahkan sepenuhnya kepada sang Pencipta dari apa yang ia percaya sebagai sebuah keyakinan.

Allah swt berfirman dalam Qur’an Surat 12 Yusuf ayat 111,

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأُوْلِي اْلأَلْبَابِ مَاكَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {111}

Artinya:                 Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Beratnya ujian dan cobaan yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS bukan tanggung-tanggung. Beliau diharuskan untuk menyembelih anak yang semata wayang dalam kehidupannya, Isma’il anak yang sangat disayanginya. Namun dengan asas iman, tulus ikhlas, taat dan patuh serta tunduk akan perintah Allah swt Nabi Ibrahim AS akhirnya mengambil keputusan untuk  menyembelih putra tercintanya Ismail, beliau memanggil putranya dengan pangilan yang diabadikan dalam Al Quran Surat Ash Shaafaat (37) ayat 102,

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ {102}

Artinya :                “ Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim , Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirlah apa pendapatmu?” “ Ia menjawab:” Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan  mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar “

Ismail sebagai anak shaleh, senantiasa patuh kepada orang tua, tidak pernah membantah perintah orang tua, setia membantu orang tua di antaranya membangun Ka’bah Baitullah di Makkah.

Ibrah atau sebagian pelajaran yang bisa kita petik dari ayat diatas adalah :

  1. Panggilan yang dipergunakan oleh seorang ayah kepada anaknya.

Dalam ayat iniNabi Ibrahim memanggil anaknya adalah adalah dengan memakai kalimat Ya Bunayya. Kalimat ya bunayya dengan wazan tashghir tersebut merupakan panggilan kehormatan dan cinta serta kasih sayang yang cukup besar dari seorang ayah kepada seorang anak. Panggilan cinta dan kasih sayang ini menjadi contoh bagi pimpinan uytuk bawahannya agar ia tidak memanggil bawahannya dengan nama yang tidak disenangi oleh bawahannya sendiri. Apalagi seorang anak memanggil orang yang lebih tua yang lebih patut dihormati, maka haruslah ia memanggil orang yang lebih tua darinya dengan panggilan yang terhormat.

  1. Sebagai orang tua atau pimpinan tidak bertindak otoriter atau sewenang-wenang.

Orang tua yang baik adalah orang tua yang mendidik anaknya dengan contoh dan ketauladanan. Seorang pemimpin yang baik akan ditiru oleh rakyatnya jika ia memberikan contoh perilaku yang baik. Seorang pemimpin tidak diikuti ucapannya, tetapi perilaku atau tindak tanduknya. Seorang pemimpin juga harus menjunjung nilai-nilai demokratis, tidak selalu memberikan perintah-perintah, tetapi juga harus mendengarkan aspirasi rakyatnya.

 

  1. Peran sang Ibu dalam mendidik sehingga melahirkan anak yang shaleh.

Peran Ibu sebagai madrasah/sekolah utama dan pertama bagi anak sangat penting. Pendidikan anak sholeh dimulai dari saat pertemuan benih dan sel telur, diawali do’a mohon perlindungan dari syetan. Mulai dari kandungan banyak dibacakan ayat2 Qur’an. Dari peran Ibulah, karakter anak sholeh dapat terbentuk. Intensitas pertemuan yang cukup, memungkinkan penanaman dan sosialisasi  nilai-nilai normatif, akhlak, dan perilaku terpuji lainnya dapat terinternalisasi pada diri anak.

 

  1. Pembentukkan anak sholeh tergantung dari orang tua.

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan itu akan terbentuk hanya di sekolah-sekolah, jadi tidaklah perlu orang tua mengarahkan anak-anaknya di rumah. Bahkan ada sebagian orang tua yang tidak tahu tujuan dalam mendidik anak. Perlu kita pahami, bahwasannya pendidikan di rumah yang meskipun sering disebut sebagai pendidikan informal, bukan berarti bisa diabaikan begitu saja.

Orang tua harus memahami bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan yang tidak kalah pentingnya dibandingkan institusi pendidikan formal. Ini bisa dimengerti karena keluarga merupakan sekolah paling awal bagi anak. Di keluargalah seorang anak pertama kali mendapatkan pengetahuan, pengajaran dan pendidikan.

الله اكبر   الله اكبر  و لله  الحمد

Hidup adalah satu perjuangan dan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Tidak akan ada pengorbanan tanpa kesusahan. Justru kesediaan seseorang untuk melakukan pengorbanan termasuk uang satu rupiah, tenaga dan waktu, akan benar-benar menguji keimanan seseorang.

Allah berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Asrtinya :              Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk berkata,” kami beriman.” Sementara mereka tidak diuji. (Qs Al-Ankabut:2).
Kata qurban dalam bahasa arab berarti mendekatkan diri. Dalam fiqh Islam dikenal dengan istilah udh-hiyah, sebagian ulama mengistilahkannya an-nahr sebagaimana yang dimaksud dalam QS Al-Kautsar (108): 2,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ {2}

Artinya :                “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah “QS Al-Kautsar (108): 2,

من كان له ساعة ولم يضح فلا يقربن مصلانا

Artinya :                Barangsiapa memiliki keluasan rizki dan ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholatku (HR Tirmidzi dengan sanad shahih ).

Berawal dari hadits inilah para ulama berselisih pendapat tentang hokum berqurban, Imam Hanafi menegaskan bahwa berqurban hukumnya wajib bagi orang yang mampu, sementara Imam Syafii berpendapat hukumnya sunnah muakkad.

Malik Bin Dinnar seorang ahlul hikmah pernah berkata :

حب الدنيا رأس كل خطيئة

Artinya : Cinta dunia adalah biang dari segala kesalahan/dosa.

Allah dalam firmanNya :

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَاوَلَا دِمَاؤُهَاوَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَالَكُمْ لِتُكَبِّرُوااللَّهَ عَلَى مَاهَدَاكُمْ وَبَشِّرِالْمُحْسِنِينَ

Artinya :                Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. ( Al hajj :37 )

Pengertian qurban bukan sekadar menyembelih binatang korban dan dagingnya kemudian disedekahkan kepada fakir miskin. Akan tetapi, secara filosofis, makna korban meliputi aspek yang lebih luas.

Dalam konteks sejarah, misalnya Nabi Muhammad dan para sahabat yang berjuang menegakkan Islam di muka bumi ini memerlukan pengorbanan. Sikap Nabi dan para sahabat itu ternyata harus dibayar dengan pengorbanan yang teramat berat yang diderita oleh Umat Islam di Mekkah ketika itu. Umat Islam disiksa, ditindas, dan sederet tindakan keji lainnya dari kaum kafir quraisy.

Rasulullah pernah ditimpuki dengan batu oleh penduduk Thaif, diboikot untuk tidak mengadakan transaksi dagang dengan kaum qurasy Mekkah.

Para sahabat seperti Bilal ditindih dengan batu besar yang panas ditengah sengatan terik matahari siang, Yasir dibantai, dan seorang  ibu yang bernama Sumayyah, ditusuk kemaluan beliau dengan sebatang tombak.

Dalam konteks keseharian kita, pengorbanan juga bisa dilihat dari  pengorbanan seorang pemimpin adil yang berusaha untuk mensejahterakan rakyatnya, pengorbanan seorang isteri terhadap suami dan anak-anaknya, serta sebaliknya, anak terhadap kedua orang tuanya.

الله اكبر   الله اكبر  و لله  الحمد

Mari kita lihat hikmah / Nilai (ajaran) kurban di dalam penyembelihan hewan kurban itu sendiri;

(1)      Niatnya karena Allah ,

(2)      Yang sampai kepada Allah bukan darah atau daging kurban tetapi keimanan dan ketakwaan orang berkurban,

(3)      Daging kurban itu sendiri didistribusikan secara adil dan merata terutama kepada mereka yang benar-benar membutuhkan sebagai kepedulian kepada lingkungan dan upaya meningkatkan kebersamaan solidaritas sosial,

(4)      Pendistribusian secara adil dan merata, dilakukan sebagai pengamalan perintah syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan oleh allah.

(5)      Dan pahala pertama, untuk orang yang berkurban itu sendiri dan kedua, untuk semua pihak yang mendukung dan menciptakan suasana yang kondusif hingga terselenggaranya aktivitas pengorbanan karena Allah

Akhirnya bagi yang mampu silakan berqurban saat masih diberikan waktu untuk berqurban sampai dengan 13 hari bulan ini, dan bagi yang tidak mampu bercita-citalah agar suatu saat Allah berikan kemampuan dan kesempatan untuk berqurban

Billahit taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s